Ada Seorang Jawa yang Meningalkan Pesantren dan Mendirikan Gerejanya Sendiri


Namanya adalah Radin, lahir dari keluarga sederhana di Jawa pada pertengahan abad ke-19.
Sejak kecil ia berpindah dari satu pesantren ke pesantren lain, mempelajari Islam, hingga akhirnya menyandang gelar Kiai. Ia adalah seorang murid sejati, hafal kitab, dan terkenal tajam dalam berdebat.
Dalam perjalanannya, Radin bertemu dengan seorang penginjil Jawa yang mengajaknya berdebat tentang Ngelmu, sebuah tradisi lama para Kiai Jawa untuk menguji "kesaktian ilmu". Alih-alih menang, ia justru tertarik pada ajaran lawannya.
Ia kemudian dibaptis di Batavia dan mengganti namanya menjadi Sadrach, diambil dari Kitab Daniel — tokoh yang menolak tunduk kepada raja Babel.
Sadrach kembali ke tanah Jawa dan menyebarkan ajaran barunya persis seperti seorang Kiai yang mengajarkan ilmu, melalui debat terbuka siang dan malam. Dan ia hampir selalu menang.
Hanya dalam tiga tahun, jemaatnya tumbuh menjadi dua ribu lima ratus orang dan lima gereja berdiri di atas tanah.
Keberhasilan ini membuat para misionaris Eropa gerah. Sadrach dituduh mencampuradukkan Kekristenan dengan Kejawen, dan bahkan pernah disebut sebagai "orang Kristen" atau "Ratu Keadilan".
Ia menolak tunduk pada otoritas Zending Belanda, memutuskan hubungan, lalu mendirikan gerejanya sendiri: golongane wong kristen kang mardika — sebuah gereja Jawa yang berdiri di atas kaki sendiri.
Kisah lengkap Sadrach ini dibongkar secara mendalam dalam buku karya Claude Guillot, Sadrach Kiai, seorang peneliti asal Prancis, yang penelitiannya dianugerahi Prix Jeanne Cuisinier.
Buku ini menunjukkan bagaimana Jawa menerima berbagai agama tanpa Per4ng. Jika Anda penasaran dengan sejarah yang jarang diceritakan seperti ini, buku ini menunggu untuk Anda baca.

#sejarahgereja #edukasi #misionaris #inspirasiKristiani

See less

 

Share on Google Plus

About Papua Travel

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Post a Comment